Oleh: caspo | Desember 19, 2008

Blogger Indonesia

Oleh: caspo | Nopember 10, 2008

BERKAH SEDEKAH SEPOTONG ROTI

Syahdan, ketika masa paceklik melaqnda negeri Israel, maka berlalulah seorang fakir menghampiri orang kaya. “Sedekahlah engkau kepadaku barang sepotong roti dengan ikhlas karena Allah Swt.”

Keluarlah anak gadis orang kaya itu, lalu dengan tulus memberikan sepotong roti yang nasuh hangat kepada si fakir itu. Celakanya, gara-gara memberikan sepotong roti tiu, bapak sang gadis itu marah. Bahkan, sang bapak yang terkenal pelit itu dengan penuh tega memotong tangan kanan anak gadisnya hingga putus. “Ini hukuman untuk anak yang sembarangan memberikan makanan dalam masa paceklik,” kata sang bapak.

Zaman berputar, waktu terus berlalu. Karena peristiwa itu, maka Allah Swt pun mengubah kehidupan orang kaya itu dengan menarik kembali harta kekayaanya, sehingga ia menjadi seorang yang fakir miskin dan akhirnya ia meningggak dunia dalam keadaan yang paling hina.

Sepeninggal ayahnya, anak gadis itu menjadi pengemis yang meminta-minta dari satu rumah ke rumah yang lain. Pada suatu haru, anak gadis itu menghampiri rumah seorang kaya sambil meminta sedekah. Keluarlah seorang ibu dari rumah tersebut. Tatkala memandang gadis itu, sang ibu sangat kagum dengan gurat-gurat kecantikannya dan membawa anak gadis itu masuk kerumahnya. Ibu sangat tertarik dengan gadis tersebut dan berkeinginana mengawinkan anak laki-lakinya dengan gadis tersebut.

Dalam waktu tak lama, berlangsunglah acara perkawinan dengan sederhana antara anak laki-laki orang kaya denagn anak gadis itu. Maka si ibupun memberikan pakaian dan perhiasan untuk menggantikan pakaiannya.

Pada suatu malam, ketika sudah dihidangkan makan malam, sang suami hendak makan bersamanya. Akan tetapi, sang suaminya tidak tahu bahwa tangan kanan istrinya bunting. Dalam hal ini, ibu sang laki-laki itu juga merahasiakan tentang kondisi tangan gadis tersebut.

Maka, ketika suaminya menyuruh ia makan, ia makan dengan tangan kiri. Ketika suaminya melihat keadaan isterinya itu, ia pun berkata, “ku mendapat kabar bahwa orang miskin itu tidak mengetahuiu masalah etika sopan santun. Oleh karena itu, mulai sekarang wahai isteriku, makanlah dengan tangan tangan kananmu dan bukan tangan kirimu.”

Meski sang suami berkata demikian, tetapi isterinya itu tetap makan dengan tangan kirinya. Bakan meski suaminya berulang kali memberi tahunya, ia tetap makan dengan tangan kirinya, karenan memang tangan kanannya bunting.

Beberapa saat kemudian, sekonyong terdengar oleh telinga sang gadis, sebuah suara lirih dari sebelah pintu, ”Keluarkanlah tangan kananmu wahai hamba Allah, sesungguhnya kamu telah mendermakan sepotong roti dengan ikhlas karena Allah. Maka tidak ada halangan bagi-Nya memberikan kembali tangan kananmu itu.” Setelah gadis itu mendengar suara tersebut, maka ia pun mengeluarkan tangan kanannya. Dan terjadilah sebuah keajaiban. Ketika ia mengeluarkan tangannya, ia mendapati tangan kanannya kembali utuh seperti semula alias tidak lagi bunting. Ia pun makan bersama suaminya dengan menggunakan tangan kanannya. Subhanallah.

Mudah-mudahan kisah ini bias menjadi pelajaran yang berharga untuk kita semua. Amin.

(Diceritakan kembali: Badiatul Muchlisin Asti)

Oleh: caspo | Nopember 4, 2008

Orang-orang Yang Di do’akan Oleh Para Malaikat

Kategori